Umami, Mitos atau Fakta?

umamiUmami! Rasa yang dipopulerkan oleh salah satu produsen MSG itu adalah topik mitos atau fakta kali ini. Benarkah MSG berbahaya bagi kesehatan? Dan benarkah hanya MSG-lah satu-satunya sumber rasa kelima ini?

Makanan yang ditambahkan MSG pasti lebih enak, mitos atau fakta?

Fakta. MSG seringkali dipromosikan sebagai rasa yang kelima, yakni umami (gurih). Pemberi rasa umami tersebut sebenarnya adalah asam amino glutamate yang terdapat dalam MSG1.  Penelitian lebih lanjut menunjukkan keberadaan reseptor rasa umami di otak, menegaskan status umami sebagai rasa kelima. Studi yang dipublikasikan di jurnalPhysiology and Behavior menunjukkan, MSG dapat meningkatkan nafsu makan ketika ditambahkan ke dalam masakan prancis.

Menariknya, rasa umami tidak harus didapatkan dari MSG. Kamu bisa mendapatkan rasa yang sama dari kombu (jenis rumput laut di Jepang), katsuobushi (serpihan ikan bonito yang sering dijadikan topping okonomiyaki), jamur shiitake, atau dari kaldu ayam dan sayuran.

Makan MSG berlebih dapat merusak otak, mitos atau fakta?

Mitos. Penelitian yang berhasil membuktikan kerusakan otak akibat MSG memiliki tiga kelemahan: dilakukan pada tahun 1980-an, menggunakan subyek tikus atau primata (selain manusia), dan MSG diberikan dengan cara disuntikkan (subcutaneous). Sejauh ini, belum ada penelitian yang membuktikan efek berbahaya MSG terhadap kerusakan otak manusia, selama dikonsumsi dalam batas aman. Berapa batas aman yang disepakati secara internasional? Cukup 10 gram atau 1,5 sendok teh saja.

 

Makan MSG berlebihan bikin darah tinggi, mitos atau fakta?

Kalau yang ini, ada kemungkinan benar. MSG mengandung sodium, yang juga terdapat dalam garam dapur (NaCl). Salah satu efek konsumsi garam berlebihan adalah naiknya risiko hipertensi, apalagi pada orang-orang dengan faktor risiko tinggi. Karena itu, selain kurangi konsumsi garam, MSG pun dikonsumsi secukupnya saja, ya.