Our Story

logoSawung Petok adalah bisnis baru yang bergerak di bidang kuliner dengan mengangkat cita rasa makanan Jawa Tengah khusus nya dari daerah Wonosobo. Wonosobo adalah dataran tinggi dengan ketinggian berkisar 250-2250 meter di atas permukaan laut. Oleh karena itu, Wonosobo dikenal dengan cuaca nya yang dingin dan sejuk.

Cuaca dingin dan sejuk ini melahirkan beberapa jenis makanan yang lezat. Beberapa jenis makanan yang sudah dikenal luas adalah : tempe kemul, es buah carica, keripik jamur, kacang koro, teh tambi. Namun ternyata masih banyak makanan yang belum dikenal luas oleh masyarakat pencinta kuliner. Sawung Petok bertujuan menjadi pelopor bisnis yang mempopulerkan masakan Wonosobo.

Nama Sawung Petok berasal dari bahasa Jawa, Sawung artinya anak ayam, Petok artinya bunyi ayam petok petok. Walaupun Sawung Petok (SP) baru berusia seumur jagung (berdiri awal tahun 2010), namun SP berusaha menjaga kekonsistenan rasa dengan menjaga kekentalan dari racikan bumbu dapur yang variatif. Semua menu dari SP menggunakan bumbu dapur alami, diolah dengan higienis, menggunakan ayam kampong Jakarta(pejantan), TANPA MENGGUNAKAN TAMBAHAN MSG, menggunakan air gallon dan tentunya di goreng dengan minyak kelapa bermerk.

Salah satu keunggulan dari SP adalah pengolahan ayam nya yang di rendam dalam kurun waktu tertentu di kuah rempah. Hal ini akan membuat bumbu semakin meresap hingga ke lapisan daging dan tulang ayam itu sendiri.

Keunggulan lain dari SP adalah bahan baku trasi, gula Jawa dan buah Carica yang didatangkan langsung dari Wonosobo. Gula Jawa pilihan yang tidak menggunakan formalin dan dibuat masih menggunakan batok kelapa.
Sawung Petok melayani bisnis delivery order dan catering kantoran. Berdasarkan perhitungan data statistik dari data base SP, rata-rata 60-70% pembeli SP akan kembali melakukan pembelian kedua, ketiga, keempat dan seterusnya.

Aktivitas promosi yang dilakukan SP lebih mengandalkan Word of Mouth marketing, pemasangan iklan di media kawasan dan penyebaran brosur lewat majalah dan Koran. Memang terkesan konvensional, namun ini dilakukan dengan tujuan agar kualitas makanan bisa dipertahankan sehingga cita rasa makanan terjaga dengan baik.